Senin, 18 Mei 2015

Pengetahuan dan Keterampilan Sablon

A. Pengertian
        kata sablon adalah padanan dari kata asing screen
printing yang berarti mencetak dengan menggunakan
cetakan yang terbuat dari screen (kasa) yang terpasang pada sebuah rangka.
      ada tiga macam teknik menyablon yang telah diketahui yaitu :
a.    Menyablon dengan tangan (hand screen printing)
b.    Menyablon dengan mesin semi otomatis (screen printing machine semi otomatis)
c.    Menyablon dengan mesin penyablon otomatis (screen printing machine otomatis)
     Menyablon dengan tangan mempunyai urutan kerja pokok sebagai berikut :
a.    Pembuatan screen printing
b.    Pembuatan klise positif (diapositif)
c.    Pembuatan klise negatif diatas screen printing
d.    Pencetakan
B.prospek sablon
       Ada tiga cara yang umum dilakukan untuk mencetak yaitu :
a.    Percetakan hand press
b.    Percetakan offset
c.    Percetakan sablon


                                         BAB II Peralatan
A. Peralatan pokok (utama) yang terdiri atas :
a.    Screen printing (kain monyl dengan rangkanya)
b.    Meja cetak
c.    Rakel
B.Peralatan bantu (pelengkap) yang terdiri dari :
1.    Alat-alat menggambar yang meliputi :
a.    Pena gambar
b.    Tinta gambar
c.    Jangka
d.    Penggaris segitiga siku-siku
e.    Penggaris biasa
f.    Penggaris bengkok
g.    Papan gambar
h.    Pensil,karet,penghapus,kuas kecil
A.    Peralatan pokok
1.screen printing (monyl dan rangkanya)
kain monyl merupakan salah satu dari jenis kain yang dibuat khusus untuk keperluan menyablon. Kata monyl merupakan singkatan dari kata mono nylon. Ada beberapa jenis kain yang dapat dipergunakan untuk screen printing adalah : nytal,nybalt,sutera,polyester,polyamida,organdi,dan fosfor bronze.
    Bingkai monyl.
kain monyl belum dapat dipergunakan untuk menyablon sebelum diberi bingkai/rangka. Bila bingkai akan membuat sendiri hal-hal yang harus diperhatikan adalah bahwa bingkai monyl harus stabil dalam segala cuaca,tahan terhadap zat-zat kimia mengingat bahan-bahan yang akan dipergunakan untuk mencetak adalah bahan-bahan kimia.
2.    Meja cetak
Tujuan dengan adanya meja cetak adalah untuk memperlancar pekerjaan.
3.    Rakel
Rakel merupakan salah satu alat yang penting dalam pekerjaan mencetak dengan sablon. Kegunaan rakel adalah untuk menyaput dan menekan tinta cetak yang berbentuk pasta yang ada dalam kain monyl agar pasta merebes melalui pori-pori monyl yang sudah berbentuk gambar atau corak yang dikendaki dan selanjutnya menempel pada bahan yang akan disablon.
B.    Alat-alat bantu
1.    Alat-alat menggambar
2.    Meja gambar
3.    Alat-alat pengering
4.    Alat-alat takaran
5.    Alat-alat afdruk
Peralatan afdruk terdiri atas :
a.    Keca tebal 5mm
b.    Spon karet tebal 50mm
c.    Papan dasar spon karet
d.    Klise positif (diapositif)
e.    Screen printing.

Macam - Majam Mesin Jait

Banyak macam mesin jahit mulai dari klasik hingga yang moderen. Harganya pun bervariasi mulai dari yang ratusan ribu hingga puluhan juta. Sebagai seorang yang ingin menggeluti dunia jahit tentu kita harus mengenal macan-macam mesin jahit. Berikut adalah beberapa dari sekian banyak jenis dan model mesin jahit yang saya ketahui:

1. Mesin Jahit Klasik




Jenis mesin jahit tradisional. Mesin jahit ini banyak dikenal karena hampir semua penjahit pernah mengguanakan mesin jahit jenis tersebut dan masyarakat pada umum pun sering menjumpai bahkan memiliki mesin jahit jenis ini dirumahnya. :

2. Mesin Jahit HighSpeed.




Mesin jahit dengan kecepatan tinggi dan biasana dipakai di konveksi-konveksi dan garment.
sangat cocok untuk menjahit bahan jeans, kapas dan serat kimia dengan , hasil rajutan. mesin jahit jenis ini dilengkapi dengan pasokan minyak otomatis dan hasil jahitannya pun sangat stabil dan indah. Mengoperasikannya cukup mudah dan melakukan pekerjaan bisa lebih cepat karena dilengkapi dengan motor listerik berkecepatan tinggi

3. Mesin Jahit Automatic




Jenis mesin jahit yang dilengkapi sistem komputerisasi dan layar monitor. Ini lebih canggih dari jenis mesin jahit no. 2. Pengguna bisa mengatur sistem yang diinginkan melalui tombol-tombol yang tersedia.Mesin jahit Automatic mampu memotong benang dengan sendirinya, mengunci jahitan diawal dan diakhir jahitan, mengatur pada langkah keberapa jahitan akan berhenti dan masih banyak fitur-fitur lainnya. Pada awal penggunaan, kita akan merasa kaku dan sering salah dalam pengoperasian tetapi setelah terbiasa akan terasa lebih mudah dan melakukan pekerjaan akan terasa jauh lebih cepat.

4. Mesin Jahit Obras


cocok untuk overclocking dan overedging bahan ringan dan menengah pelumasan secara otamatis dan kinerja yang sangat baik low sewing tension,Jahitan rapi dan indah


5. Mesin Lubang Kancing




Mesin jenis ini kegunaannya untuk membuat jahitan dalam lubang kancing dan pada beberapa tipe bisa digunaka sekaligus untuk memasang kancing. Model, tipenya, ukurannya dan harganya juga bermacam-macam. sangat efektif dan efesien dalam melakukan pekerjaan



5. Mesin Jahit Jarum Dua Rantai (Distro)





Mesin ini mengadopsi mekanisme tipe jarum feed mechanism, mengambil dan menangkap untuk menghasilkan
dua baris jahitan rantai, yang tegas dan elastis, cocok untuk jahitan biasa dan jahitan dekoratif, pakaian dalam, pakaian berbahan dasar kaos, bedcover dan kulit. Ada lima jenis alat ukur yang tersedia untuk seleksi.


6. Mesin Jahit Overdeck





Mesin ini mengadopsi sistem pelumasan otomatis tertutup yang lengkap, drive utama mengadopsi timing belt untuk menjamin kecepatan tinggi dan mengurangi kebisimgan. mesin jahit jenis ini harus di servive secara khusus, untuk meningkatkan kapasitas ketahanan aus nya.
Model dasar dari mesin ini dapat membentuk dasar menjahit dan tingkat lanjut. Mesin ini biasanya digunakan khusus untuk membuat pakainan berbahan dasar kaos, tetapi dapat juga digunakan untuk menjahit ritsleting nilon dan scallop.

Sebetulnya masih banyak jenis-jenis mesin jahit tetapi untuk Anda yang mau belajar menjahit sekedar untuk hobby atau hanya melakukan pekerjaan menjahit dirumah, mengenal beberapa jenis mesin yang disebut diatas itu sudah lebih dari cukup.




Bagian Mesin Jait

Bagian-bagian pada mesin jahit yang akan saya terangkan ini adalah bagian-bagian dari mesin jahit kecil, karena pada umumnya disaat seseorang mau belajar menjahit selalu meggunakan mesin jahit tipe tersebut.


1. TUAS BENANG
- Mengangkat dan menurunkan benang.
2. TUAS ANGKAT
- Menurun dan menaikkan tiang penekan jahitan.

3. PENJEPIT BENANG
-  Menentukan tegangan benang atas.

4. KAWAT BENANG
- Menstabilkan posisi benang.

5. HALU-HALU & DUDUKAN JARUM
- Tempat memasang jarum yang biasa bergerak keatas dan kebawah saat mesin dijalankan.

6. SEPATU MESIN JAHIT
- Untuk menjepit kain saat proses menjahit berlangsung.


7. GIGI MESIN JAHIT
- Penggerak atau pendorong kain disaat menjahit.

8. TUAS PENGATUR JARAK JAHITAN
- Mengatur jarak jahitan, kalau dalam mengetik sama dengan mengatur jarak spasi .


9. RODA SPUL
- Untuk mengisi spul dengan benang saat spul mau digunakan.

10. SKRU PENGUNCI MESIN
- Mesin jahit akan berhenti apabila bagian ini dilonggarkan.


11. RODA IMBANG
- Roda untuk memulai dan memberhentikan mesin jahit.


12.TIANG DUDUKAN BENANG
- Untuk menyimpan gulungan benang.

Sourch : http://menjahitpakaian.blogspot.com/2013/01/bagian-bagian-pada-mesin-jahit.html

Cara Bikin Pola Kaos Raglan


  • Lihat gambar no 1.
  • pertama buat dulu pola dasar kaos oblong.
  • Lihat gambar no.2 garis biru dari belakang ke tengah ambil 4 cm.Lalu di garis lurus sampai ke bawah ketiak,nah biar lebih manis buat garis tadi dibuat lengkungan .lalu dipotong tapi potongannya jangan dibuang karne itu buat nyambungin tangan.
  • Gambar no.3 sesudah dipotong bentuknya seperti itu.
  • Gambar no.4 nah  yang potongan diatas tadi taruh di sisikarton.
  • Gampar no.5 pola tangan kaos oblong taruh di potongangambar no 4.
  • Gambar no.6 hasilnya jika potongan no 4 dan no 5.
Sourch : http://www.linggapro.com/2014/02/cara-bikin-pola-kaos-raglan.html

Pengetahuan Dasar Membuat Pola Pakaian


Persiapan dan Pengertian Pola Dasar
Tahukah Anda? Ketika Anda ingin membuka usaha Rumah Fashion, modal utama selain materi ada satu hal yang sangat vital yaitu anda harus tahu cara membuat pola pakaian. Pola atau Patern biasanya terbuat dari kain atau potongan kertas karton yang dipakai untuk membentuk bagian-bagian potongan pakaian sebelum dijahit. Setiap Desain Pakaian memiliki pola tersendiri, karena dari pola itulah nanti terbentuk pakaian. Pola biasanya
mengikuti ukuran Desain Kostum bentuk badan dan model tertentu.
Pola dasar tesebut terdiri dari :
Pola badan bagian atas, yaitu dari bagian bahu sampai ke pinggang dan biasanya disebut pola badan bagian muka dan belakang.
Pola dasar bagian bawah, yaitu dari pinggang hingga lutut atau sampai mata kaki. Atau untuk pakaian wanita biasa disebut pola dasar rok muka dan belakang.
Pola lengan, dimulai dari lengan bagian atas atau bahu terendah sampai pada bagian siku atau pergelangan dan biasa disebut pola dasar lengan.
Ada juga pola badan atas dengan pola badan bawah yang menjadi satu biasa pola ini untuk pola dasar gaun atau baju terusan.
Cara Mengambil Ukuran Badan
Disaat kita mau mengambil mengambil ukuran badan dari orang yang pakaiannya mau kiya jahit, model atau orang yang mau diukur harus berdiri lurus dengan sikap tegak supaya semua ukuran yang mau kita ambil tepat dan akurat. Sebelumnya, pinggang orang yang mau kita ukur ikatlah dengan ban elastic atau atau tali ban dengan lebar tidak lebih dari 2 cm sebagai batas badan atas dan bawah. Perhatikan benar agar letak tali tepat di tempatnya dan tidak berkelok-kelok.
Bagian Tubuh Yang Harus Kita Ukur
Lingkar Leher (LL) diukur sekeliling batas leher bawah, dengan meletakkan jari telunjuk di tekuk leher atau diukur dan di tambah 1 cm
Lingkar Badan (LB) diukur sekeliling badan atas yang terbesar, melalui puncak dada, diukur pas ditambah 4 cm atau dengan menyelakan 4 jari.
Lingkar Pinggang (LPc) diukur sekeliling pinggang pas.
Tinggi Panggul (TPa) diukur dari bawah ban pinggang sampai batas panggul.
Lingkar Panggul (LPa) diukur sekeliling panggul atau badan bawah yang terbesar, diukur pas, kemudian ditambah 4 cm atau diselakan 4 jari.
Panjang Punggung (PP) diukur dari tulang leher belakang yang menonjol kebawah sampai dibawah ban pinggang.
Lebar Punggung (LP) diukur dari tulang leher belakang yang menonjol turun 9cm lalu diukur datar dari batas lengan kiri sampai kanan.
Panjang Sisi (PS) diukur dengan menyelakan penggaris dibawah ketiak, kemudian diukur dari dari batas penggaris kebawah sampai bawah ban pinggang dikurangi 2 sampai 3 cm
Panjang Muka(PM) diukur dari lekuk leher di tengah muka ke bawah samapi di bawah ban pinggang.
Lebar Muka (LM) diukur 5 cm di bawah lekuk leher tengah muka, lalu diukur datar dari batas lengan kiri sampai kanan.
Tinggi dada (TD) diukur dari bawah ban pinggang tegak lurus ke atas sampai puncak buah dada.
Lebar Bahu (LB) diukur dari lekuk leher di bahu atau bahu yang paling tinggi sampai titik bahu yang terendah atau paling ujung.
Ukuran Uji (UU) atau ukuran control, diukur dari tengah muka dibawah ban serong melalui puncak dada ke puncak lengan terus serong ke belakang sampai tengah belakang pada bawah ban.
Panjang rok muka, sisi dan belakang diukur dari bawah ban sampai panjang yang dikehendaki.
Lingkar lubang lengan (LLL) diukur sekeliling lubang lengan tanpa lengan dan di tambah 4 cm untuk lubang lengan yang akan dipasangkan lengan.
Panjang lengan pendek (PLPd) diukur dari puncak lengan ke bawah sampai kira2 3 cm di atas siku.
Panjang lengan panjang (PLP) diukur dari puncak lengan ke bawah sampai pergelangan.
Lingkar lengan panjang (LLP) lingkar pergelangan diukur melingkar pergelangan pas ditambah 3 cm.
Persiapan Alat dan Bahan Untuk Membuat Pola
Meteran, dipakai untuk mengambil ukuran badan maupun untuk menggambar pola. Meteran atau pita ukur biasanya dibuat dengan ukuran satuan sentimeter dan inci.
Buku pola atau buku kostum, berukuran folio dengan lembar halaman berselang-seling bergaris dan polos. Lembar bergaris untuk mencatat ukuran dan keterangan, sedang lembar polos untuk menggambar pola dalam skala
Skala atau ukuran perbandingan adalah ukuran yang digunakan untuk mengukur pada waktu menggambar pola pada buku pola. Skala ini terbuat dari karton berbentuk penggaris dengan berbagai ukuran 1:2, 1:3, 1:4, 1:6 dan 1:8
Pensil hitam untuk menggambar garis2 pola asli
Pensil merah untuk menggambar garis pola jadi bagian muka
Pensil biru untuk menggambar garis pola jadi bagian belakang
Penggaris lurus, penggaris siku dan penggaris bentuk panggul, leher dan lengan.
Karet penghapus
Kertas sampul coklat untuk merancang bahan dan menggambar pola ukuran besar atau ukuran sesungguhnya. Garis2 memanjang yang terdapat pada kertas diumpamakan sebagai arah serat kain memanjang
Gunting kertas untuk menggunting kertas pola kecil maupun besar.

Keterangan Size Kostum Drum/Marching Band

Sedang dalam proses posting,,,,,

Keterangan Siza Hem Community

Sedang dalam proses posting,,,